Apa Itu Metode Ekspositori?

pengertian metode ekspositori

Definisi Metode Ekspositori

Pengertian Metode Ekspositori – Metode ekspositori yaitu metode evaluasi yang dipakai dengan memberi informasi terlebih dulu pengertian, prinsip serta rencana materi pelajaran dan memberi contoh-contoh latihan pemecahan permasalahan berbentuk ceramah, demonstrasi, bertanya jawab serta penugasan.

Siswa dalam hal ini mengikuti pola yang diputuskan oleh guru secara jeli. Pemakaian metode ekspositori adalah metode evaluasi menghadap pada tersampaikannya isi pelajaran pada siswa dengan segera.

Pemakaian metode ini siswa tak perlu mencari serta temukan sendiri sebagian kenyataan, rencana serta prinsip lantaran sudah dihidangkan cukup terang oleh guru. Aktivitas evaluasi dengan memakai metode ekspositori condong berpusat pada guru.

Guru aktif memberi keterangan atau info evaluasi dengan cara terinci mengenai materi evaluasi. Metode ekspositori kerap dianalogikan dengan metode ceramah, lantaran sifatnya keduanya sama memberi info.

Biasanya guru lebih sukai memakai metode ceramah dipadukan dengan cara bertanya jawab. Metode ceramah banyak diambil lantaran gampang dikerjakan dengan persiapan yang simpel, irit saat serta tenaga, dengan satu langkah segera dapat mencapai semuanya siswa serta bisa dikerjakan cukup di dalam kelas.

Popham & Baker (1992:79) menerangkan kalau tiap-tiap penyajian info dengan cara lisan bisa dimaksud ceramah. Penyajian ceramah yang berbentuk resmi serta umumnya berjalan sepanjang 45 menit ataupun yang berbentuk informasi yang cuma berjalan sepanjang 5 menit. Ceramah tidak bisa disebutkan baik atau jelek, namun penyampaian ceramah mesti dinilai menurut maksud pemakaiannya.

Menurut Hasibuan serta Moedjiono (2000:13) metode ceramah yaitu langkah penyampaian bahan pelajaran dengan komunikasi lisan. Metode ceramah lebih efisien serta efektif untuk mengemukakan info serta pengertian.

Margono (1989:30) menyampaikan kalau metode ceramah yaitu cara mengajar yang memakai keterangan verbal. Komunikasi berbentuk satu arah serta kerap diperlengkapi dengan alat bantu audio visual, demonstrasi, bertanya jawab, diskusi singkat dan lain sebagainya.

Selanjutnya Hasibuan serta Moedjiono (2000:13) menyampaikan kalau supaya metode ceramah efisien butuh disiapkan beberapa langkah seperti berikut:

a. merumuskan maksud instruksi khusus yang luas
b. mengidentifikasi serta mengerti sifat atau karakter siswa
c. membuat bahan ceramah dengan memakai bahan pengait (advance organizer)
d. menyampaikan bahan dengan berikan info singkat dengan memakai papan catat, memberi contoh-contoh yang kongkrit serta memberi umpan balik (feedback), memberi ikhtisar tiap-tiap akhir kajian materi
e. berencana pelajari dengan cara terprogram. Metode retitasi yaitu metode evaluasi yang lebih di kenal dengan arti pekerjaan tempat tinggal, walau sebutan ini tak semuanya benar

Metode bertanya jawab dipakai berbarengan dengan metode ceramah, untuk merangsang aktivitas berpikir siswa, serta untuk tahu keefektifan pengajarannya, sebagai mana diutarakan Popham & Baker (1992:89). Aplikasi metode bertanya jawab guru bisa mengatur beberapa sisi utama yang butuh memperoleh perhatian spesial.

Dalam sistem evaluasi dengan metode ceramah mesti sensitif pada tanggapan siswa. Skiner dalam Driscoll (1994:30) menerangkan kalau deskripsi jalinan pada stimulan serta tanggapan tidaklah sesederhana yang diprediksikan, tetapi stimulan yang didapatkan berhubungan satu dengan yang lain, serta hubungan ini artinya memengaruhi tanggapan yang didapatkan juga membuahkan beragam konsekuensi yang bakal memengaruhi perilaku siswa.

Untuk membuat terjadinya hubungan, menarik perhatian siswa serta melatih ketrampilan siswa, metode ceramah umumnya dipadukan dengan cara bertanya jawab serta pemberian pekerjaan. Resitasi atau pekerjaan dapatlah ditangani di luar tempat tinggal maupun di dalam laboratorium.

Pasaribu mengemukanan kalau metode resitasi memiliki tiga fase (Sutomo, 2003:45) yakni:
1. guru berikan pekerjaan
2. siswa melaksanakan pekerjaan
3. siswa mempertanggungjawabkan pada guru apa yang sudah dipelajari

Menurut Sujadi (1983:3), di dalam evaluasi matematika pemakaian metode ceramah serta bertanya jawab itu masihlah ditambah dengan pemberian contoh-contoh berbentuk gambar-gambar, jenis bangunan, serta contoh rumus-rumus bersama pemakaiannya. Guru menerangkan materi dengan pertolongan gambar atau jenis, untuk memudahkan penanaman rencana bangun datar serta ruangan.

Percival serta Elington dalam Yeni Indrastoeti S. P (1999:43) menamakan jenis konvensional ini dengan jenis evaluasi yang berpusat pada guru (the Teacher Centered Opproach). Dalam jenis evaluasi yang berpusat pada guru nyaris semua aktivitas evaluasi dikendalikan penuh oleh guru.

Semua sistem diarahkan pada rangkaian peristiwa yang rapi dalam instansi pendidikan, tidak ada usaha untuk mencari serta mengaplikasikan kiat belajar yang tidak sama sesuai sama topik serta kesusahan belajar tiap-tiap individu.

Somantri (2001:45) membedakan metode ekspositori serta metode ceramah. Dominasi guru dalam metode ekspositori banyak dikurangi.

Guru tak selalu bicara, info diberikan pada beberapa waktu atau beberapa sisi yang dibutuhkan, seperti dimuka pembelajaran, menerangkan beberapa rencana serta prinsip baru, ketika memberi contoh masalah di lapangan serta sebagainya. Metode ekspositori yaitu satu langkah mengemukakan ide atau inspirasi dalam memberi info dengan lisan atau tulisan.

Menurut Herman Hudoyo (1998:133) metode ekspositori bisa mencakup paduan metode ceramah, metode drill, metode bertanya jawab, metode penemuan serta metode peragaan. Pentatito Gunawibowo (1998:6.7) dalam evaluasi memakai metode ekspositori, pusat aktivitas masihlah terdapat pada guru.

Di banding metode ceramah, dalam cara ini dominasi guru telah banyak menyusut. Namun bila di banding dengan cara demonstrasi, cara ini masihlah terlihat semakin banyak.

Aktivitas guru bicara pada metode ekspositori cuma dikerjakan pada beberapa waktu spesifik saja, seperti pada awal evaluasi, menjelaskan materi, memberi contoh masalah. Aktivitas siswa bukan sekedar dengarkan, bikin catatan, atau memerhatikan saja, namun kerjakan beberapa masalah latihan, mungkin saja dalam aktivitas ini siswa sama-sama ajukan pertanyaan.

Kerjakan masalah latihan berbarengan dengan rekannya, serta seseorang siswa disuruh kerjakan di papan catat. Waktu aktivitas siswa kerjakan latihan, aktivitas guru mengecek pekerjaan siswa dengan cara perorangan serta menerangkan kembali dengan cara perorangan. Jika dilihat ada banyak pekerjaan siswa belum prima, aktivitas itu diikuti keterangan dengan cara klasikal.

Pendapat David P. Ausebul dalam Pentatito Gunowibowo (1998 :6.7) mengatakan kalau metode ekspositori adalah langkah mengajar yang paling efisien serta efektif dalam menanamkan belajar berarti. Setelah itu Dimyati serta Mudjiono (1999:172) menyampaikan metode ekspositori yaitu memindahkan pengetahuan, ketrampilan, serta nilai-nilai pada siswa.

Fungsi guru yang utama yaitu:
1. membuat program evaluasi
2. berikan info yang benar
3. pemberi sarana yang baik
4. pembimbing siswa dalam perolehan info yang benar
5. penilai perolehan info.

Sedang fungsi siswa yaitu:
1. pencari info yang benar
2. pengguna media serta sumber yang benar
3. merampungkan pekerjaan dengan penilaian guru

Dari sebagian pendapat di atas, kalau metode ekspositori yang dipakai dalam riset ini yaitu mengkombinasikan metode ceramah, bertanya jawab serta pemberian pekerjaan. Pemberian pekerjaan diberikan guru berbentuk beberapa masalah (pekerjaan tempat tinggal) yang ditangani dengan cara perorangan atau grup.

Mengenai hasil belajar yang dievaluasi yaitu luas serta jumlah pengetahuan, ketrampilan, serta nilai yang dikuasai siswa. Biasanya alat pelajari hasil belajar yang dipakai yaitu tes yang sudah dibakukan atau tes buatan guru.

Originally posted 2016-03-14 17:57:24.

Leave a Reply