Bingung Menentukan Lokasi Tanah untuk Membangun Rumah? Ini Triknya!

Image Source : Pixabay

“Faktor apa yang penting untuk dipertimbangkan saat berniat membeli tanah?”
“Faktor pertama adalah lokasi, kedua lokasi, dan ketiga lokasi.”

Ya, tidak salah lagi bahwa lokasi merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan saat Anda sedang berburu properti berupa tanah. Apalagi jika tanah tersebut akan Anda fungsikan untuk membangun tempat tinggal, sehingga lebih banyak hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum membeli. Jangan sampai Anda menyesal di kemudian hari karena membangun tempat tinggal di lokasi yang salah. Nah, sebelum Anda kebingungan, ini beberapa trik mencari lokasi tanah untuk membangun rumah membangun rumah.

1. Tentukan Luas Tanah Sesuai dengan Kebutuhan Anda

Pilihlah tanah yang ukurannya sesuai dengan luas bangunan rumah yang akan ditinggali nanti. Rumah yang ideal memiliki luas yang sebanding dengan jumlah penghuni yang tinggal. Oleh karena itu, semakin banyak jumlah penghuni rumah, seharusnya semakin luas pula bangunan rumah dan semakin lapang tanahnya. Dengan demikian, semua anggota keluarga dapat tinggal dengan nyaman tanpa harus bersesakan.

Pertimbangkan pula keberadaan taman di depan dan di belakang rumah untuk menjaga sirkulasi udara. Selain itu, tentukan juga luas garasi yang cukup untuk menyimpan kendaraan Anda.

Untuk menentukan luas tanah yang sesuai dengan kebutuhan di atas, Anda bisa membuat denah rumah secara sederhana terlebih dahulu. Dari denah tersebut, Anda baru dapat menentukan luas tanah yang pas. Sebagai panduan, berikut ini contoh luas tanah untuk rumah yang dihuni oleh 4 orang (ayah, ibu, dan dua anak).

• Satu kamar tidur utama berukuran 3 x 4 meter, luasnya 12 m2.
• Dua kamar tidur anak, masing-masing berukuran 3 x 3 meter, total luasnya 18 m2.
• Dua kamar mandi, masing-masing berukuran 2 x 1,5 meter, total luasnya 6 m2.
• Ruang tengah, untuk menerima tamu dan ruang keluarga, berukuran 3 x 3 meter, luasnya 9 m2.
• Dapur dan ruang makan, berukuran 3 x 5 meter, luasnya 15 m2.
• Satu garasi, berukuran 3 x 5 meter, luasnya 15 m2.
• Halaman depan seluas 36 m2 dan halaman belakang seluas 18 m2, sehingga total luasnya adalah 54 m2.

Setelah dijumlahkan semua, luas tanah yang ideal untuk rumah dengan empat anggota keluarga adalah 129 m2.

2. Pilih Tanah yang Harganya Sesuai dengan Anggaran Anda

Luas tanah yang sesuai dengan kebutuhan Anda sudah ditetapkan. Kini, saatnya Anda mengumpulkan informasi mengenai tanah yang harganya sesuai dengan anggaran pembangunan rumah.

Pembelian tanah pada umumnya menghabiskan biaya sekitar 17 hingga 20 persen dari total biaya membangun rumah. Misalnya, anggaran Anda untuk membangun rumah adalah Rp1.000.000.000,00, maka perkiraan harga tanah yang harus Anda beli adalah Rp200.000.000,00. Jika anggaran untuk membeli tanah yang luasnya cocok dengan kebutuhan ternyata belum mencukupi, ada baiknya Anda menabung terlebih dahulu atau mencari sumber dana yang lain, seperti utang bank.

3. Pertimbangkan Tekstur Tanah

Image Source : Pixabay

Tanah yang paling cocok untuk menjadi dasar bangunan rumah Anda harus memiliki tekstur yang kering dan keras. Tekstur yang keras tersebut memungkinkan fondasi rumah bisa lebih kuat, tahan lama, dan tidak mudah mengalami pergeseran.

Lalu bagaimana dengan tanah yang gembur? Memang, tanah gembur tidak bisa langsung digunakan untuk membangun rumah, karena tekstur tanah yang lunak akan menyebabkan bangunan di atasnya mudah bergeser. Akibatnya, dinding rumah menjadi mudah retak atau bahkan bisa roboh sewaktu-waktu, sehingga membahayakan keselamatan penghuni rumah.

Akan tetapi, tanah gembur masih bisa digunakan, asal Anda bersedia mengeluarkan biaya tambahan untuk memadatkan tanah tersebut. Proses pemadatan tanah tidak hanya memakan biaya, tetapi juga memerlukan waktu yang panjang. Tanah yang gembur akan terlebih dahulu dikeruk, kemudian ditimbun dengan tanah bertekstur keras. Setelah tanah diratakan dengan mesin, Anda harus sabar menunggu hingga berbulan-bulan sampai tanah tersebut benar-benar menjadi padat.

Selain itu, Anda juga bisa memilih tanah yang merupakan bekas perkebunan atau hutan. Sama seperti tanah gembur, Anda wajib mengeluarkan biaya ekstra untuk mempersiapkan lahan sebelum membangun rumah di atas tanah bekas perkebunan atau hutan. Persiapan ini perlu dilakukan karena tanah tersebut umumnya menjadi tempat tinggal rayap. Cara penanganan untuk mengatasi rayap tidaklah sukar. Gunakan saja jasa pembasmi rayap yang akan menyemprotkan cairan kimia di permukaan dan galian tanah.

4. Pilih Lokasi Tanah yang Anda Inginkan

Setelah Anda menentukan luas tanah yang sesuai dengan kebutuhan, menyiapkan anggaran, dan mempertimbangkan tekstur tanah, kini Anda baru bisa menentukan lokasi tanah yang sesuai dengan keinginan Anda. Jika Anda mendambakan tempat tinggal yang jauh dari hiruk pikuk, pilihlah tanah yang berlokasi di pinggiran kota. Harganya tentu saja akan lebih murah. Namun, bila Anda menginginkan hunian yang tidak jauh dari fasilitas umum dan tempat bekerja, beli saja tanah yang berada di tempat-tempat strategis, seperti pusat kota, pusat bisnis, dan sebagainya. Harganya memang lebih mahal, karena ketersediaan tanah di pusat kota yang semakin langka.

Nah, kini menentukan lokasi tanah yang tepat untuk membangun rumah tidak lagi sulit, bukan? Pelajari keempat langkah tersebut satu persatu dan lakukan. Untuk langkah ketiga, lebih baik jika Anda berkonsultasi kepada para ahli terlebih dahulu guna mengidentifikasi karakteristik tanah secara tepat.

Demikian trik mudah menentukan lokasi tanah untuk membangun rumah. Semoga proses pembelian tanah dan pembangunan berjalan lancar hingga rumah Anda siap dihuni.

Originally posted 2017-03-04 20:02:49.

Leave a Reply