Keindahan Panorama Alam dari Atap Tertinggi Sumatera, Gunung Kerinci Jambi

Hotel di Jambi – Kabupaten Jambi merupakan sebuah dataran di Pulau Sumatera yang strategis karena wilayahnya yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Bengkulu dan dilalui jalur lintas Sumatera yang menjadi jalur perdagangan dan orang ke Pulau Jawa.

Gunung Kerinci yang berada di Kabupaten Kerinci Jambi merupakan gunung tertinggi di Pulau Sumatera dan menjadi destinasi pendakian pecinta alam di seluruh Indonesia bahkan pendaki asing. Di kawasan gunung ini, anda akan menemukan pesona alam lainnya seperti Danau Kaco dengan air yang sejernih kaca sehingga anda dapat melihat ke dasar danau.

Atau pesona Danau Gunung Tujuh yang dibatasi oleh hamparan tujuh gunung yaitu Gunung Hulu Tebo, Gunung Hulu Sangir, Gunung Madura Besi, Gunung Lumut, Gunung Selasi, Gunung Jar Panggang dan Gunung Tujuh yang merupakan bagian dalam wilayah Taman Nasional Gunung Kerinci Seblat sekaligus menjadi danau tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 1.950 mdpl.

Danau ini menjadi pilihan wisata bagi pecinta alam pemula karena jalur pendakiannya yang tidak sesulit Gunung Kerinci namun memiliki panorama alam yang sangat indah dan dinginnya air danau. Dengan keberadaan gunung di sekelilingnya, menyuplai air dari mata air yang ada sehingga air di danau ini tidak pernah habis.

danau gunung tujuh hotel di jambi

Photoright: apakabardunia.com

Gunung Kerinci yang berada di atas ketinggian 3.805 mdpl ini merupakan gunung berapi yang masih aktif tipe A bentuk strato dengan puncaknya berbentuk kerucut yang mempunyai lebar 13 km dan panjang 25 km dan termasuk dalam wilayah Kayu Aro, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi.

Jalur pendakian Kerinci yang umum digunakan adalah jalur Kersik Tuo di wilayah Kayu Aro yang dimulai dari Kota Padang. Dari Bandara Minangkabau menuju Kayu Aro ditempuh dengan menggunakan kendaraan travel menuju Sungai Penuh yang membutuhkan waktu 7 – 8 jam perjalanan.
Di Kersik Tuo, para pendaki disarankan menginap di homestay setempat untuk memulihkan tenaga sebelum melakukan pendakian esok harinya. Kersik Tuo adalah sebuah desa di Kecamatan Kayu Aro dengan jumlah penduduk hanya 2.532 jiwa (tahun 2010) sehingga di sini tidak terdapat hotel. Homestay pun menjadi semakin banyak ketika wilayah ini menjadi jalur umum pendakian ke Gunung Kerinci. Untuk mempermudah Anda mencari hotel bisa klik disini

Pendakian dimulai dari Simpang Macan menuju Pintu Rimba dengan mencarter mobil sekaligus mengurus izin pendakian yang ditempuh dalam waktu 20 menit. Perjalanan menuju Pos 1 dari Pintu Rimba membutuhkan waktu 30 menit melewati hutan tropis di ketinggian 1.900 mdpl. Perjalanan dari pos 1 hingga ke pos 3 membutuhkan waktu 3 jam dengan medan yang mulai menanjak dan curam di ketinggian 2.500 mdpl dan beberapa pendaki biasa mendirikan tenda di sini.

Bagi yang ingin melanjutkan, shelter 1 ke shelter 2 di ketinggian 2.950 mdpl membutuhkan waktu hingga 3,5 jam dengan medan jalan yang lebih curam dan menanjak. Biasanya tempat ini dijadikan camp untuk beristirahat karena tanahnya yang datar dan tersedianya sumber air.

Perjalanan lanjutan dari shelter 2 ke shelter 3 dengan ketinggian 3.200 mdpl ditempuh dalam waktu 1,5 jam dengan jalur air yang menanjak dan licin. Jalur ini berupa terowongan dengan medan yang cukup sulit di mana pendaki harus bergantungan dengan akar pohon. Di shelter 3 inilah anda akan melihat keindahan Danau Gunung Tujuh dan Desa Kersik Tuo jika kondisi tidak sedang berkabut. Lokasi ini juga menjadi tempat camp sebelum melakukan summit ke puncak.

Di shelter 3 andapun telah bisa melihat puncak Kerinci yang menjadi tujuan pendakian. Kali ini medan yang ditempuh bukan lagi hutan tropis namun medan bebatuan dan berpasir mengikuti beberapa punggungan seperti trek puncak gunung Slamet atau Raung di Pulau Jawa.

Perjalanan dari shelter 3 ke puncak membutuhkan waktu 3 jam bagi mereka yang sudah terbiasa dengan medan pasir ini. Lima belas menit sebelum mencapai puncak, anda akan melihat Tugu Yudha, sebuah memoriam untuk mengenang seorang pendaki bernama Yudha Sentika yang hilang dan jasadnya tidak pernah ditemukan.

Di puncak Kerinci yang menjadi atap tertinggi di Sumatera anda akan melihat panorama kawah gunung berapi yang luar biasa. Para pendaki hanya diperbolehkan berada di puncak sampai pukul 10.00 karena kabut yang turun cukup tebal yang akan membuat pendaki kesulitan menemukan jalan turun.

gunung kerinci hotel di jambi

Photoright: indovolcano.com

 

Leave a Reply