Mobil Hybrid, Solusi Terbaik Untuk Mengatasi Kelangkaan BBM dan Masalah Global Warming

Krisis minyak dunia jadi satu permasalahan serius yang dihadapi oleh sebagian besar negara. Pihak yang paling rasakan efek dari permasalahan ini yaitu negara berkembang, lantaran kelangkaan minyak dunia bakal mendorong naiknya harga pada komoditas itu. Kenaikan harga ini pasti bisa merubah daya beli orang-orang di negara berkembang yang biasanya berpendapatan rendah.

Masih teringat beberapa waktu lalu, Indonesia alami krisis BBM yang mengakibatkan harga barang itu alami kenaikan yang begitu menanjak. Satu diantara aspek penyebabnya kelangkaan BBM yaitu makin menambahnya pemakai kendaraan bermotor di jalanan. Keadaan ini mengakibatkan makin menyusutnya cadangan minyak dunia. Hingga, tak heran makin lama harga minyak makin mahal.

Selain harga minyak dunia yang makin mahal serta makin langka, hal-hal lain yang perlu di perhatikan yaitu efek yang diakibatkan akibat pemakaian bahan bakar fosil terlalu berlebih. Pemanasan global yaitu satu diantaranya.

Berdasar pada riset yang dikerjakan oleh sebagian pakar di Eropa serta Amerika, pemakaian bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor menyumbang emisi efek rumah kaca paling besar ke-2 sesudah pabrik, yakni CO2, metana (CH4), N2O, serta CFC (Johanson 2008 : 67-68).

Permasalahan pemanasan global bakal menyebabkan efek yang begitu beresiko untuk keberlangsungan hidup manusia. Sebagian efek yang diakibatkan permasalahan ini salah satunya, pergantian cuaca di bumi dengan cara ekstrim, makin mencairnya kutub utara, serta ada banyak hal-hal lain sifatnya merugikan.

Anehnya, sebagian pihak dari negara maju mengklaim kalau rusaknya hutan yang berlangsung di negara berkembang seperti Indonesia merupakan penyebabnya paling utama terjadinya pemanasan global ini. Walau sebenarnya, jika dikaji lebih dalam, negara-negara maju dengan potensi industri yang demikian besar inilah penyumbang emisi gas CFC yang begitu massive.

Untuk menangani permasalahan itu, sebagian produsen mobil sudah membuat satu alternatif baru yang menggabungkan bahan bakar fosil dengan mesin yang memiliki bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil atau yang umum di kenal dengan istilah kendaraan hibrid.

Mobil ini bisa menghemat pemakaian BBM lebih kurang sejumlah 30%. Hal semacam ini pasti begitu menolong dalam menangani kelangkaan bahan bakar fosil. Diluar itu, emisi gas CFC yang terlepas ke udara dapat juga diminimalisir. Lantaran, konsep hibrid pada intinya memakai baterai yang ramah lingkungan.

Meskipun teknologi ini memperoleh respon positif dari beragam kelompok, tetapi belum seutuhnya bisa diaplikasikan di negara ini. Pasalnya, harga dari kendaraan hibrid ini relatif mahal serta umumnya orang-orang yang ada di Indonesia yaitu orang-orang dengan pendapatan rendah. Hingga, kurang sangat mungkin untuk menggunakan kendaraan ini.

Tetapi, sebagian negara maju telah mengaplikasikan kendaraan hibrid sebagai alat transportasi massal. Semuanya mengharapkan suatu ketika negara Indonesia juga dapat mengaplikasikan tehnologi ini di semuanya type kendaraan bermotor, dengan harga yang terjangkau. Hingga, orang-orang dapat berpindah dari kendaraan konvensional ke kendaraan hibrid ini.

Mobil Hibrid

Kendaraan hibrid yaitu satu kendaraan yang menggunakan kian lebih satu daya. Biasanya, kendaraan ini menggunakan daya listrik berbentuk baterai sebagai pengganti manfaat BBM sebagai bahan bakar dengan cara automatis, sesudah dayanya terisi penuh sepanjang perjalanan. Disamping listrik, ada pula kendaraan hibrid yang memakai air, sel surya, bahkan juga hawa sebagai media penghasil daya.

Inspirasi mengenai kendaraan hibrid bermula mulai sejak terjadinya krisis minyak dunia yang makin bertambah. Argumenya telah terang, yaitu menghemat pemakaian BBM serta diinginkan bisa kurangi emisi gas tempat tinggal kaca di hawa supaya tak mengakibatkan efek yang semakin besar lagi, yakni makin meluasnya dampak pemanasan global.

Pada th. 1960 hingga 1970, efek dari krisis minyak dunia makin merasa. Banyak pihak yang menuntut perusahaan mobil untuk lebih sadar pada keadaan lingkungan. Hal semacam ini mendorong perusahaan mobil mencari beragam alternatif baru sebagai pengganti BBM seperti solar, listrik, baterai, serta daya lain yang lebih ramah lingkungan.

Baru pada sekitaran th. 2000, sebagian produsen kendaraan bermotor seperti Toyota, Nissan, serta Volkswagen betul-betul mengaplikasikan system hibrid dengan cara murni pada suatu mobil. Hal semacam ini adalah satu diantara usaha kepedulian pada lingkungan lantaran kondisi alam yang makin rusak akibat dampak dari pemanasan global, serta makin menyusutnya cadangan bahan bakar fosil dunia lantaran eksploitasi besar-besaran pada sumberdaya terebut.

Saat ini, makin banyak kendaraan hibrid yang di produksi seperti Toyota Prius, Toyota SAI, bahkan juga Camry yang disebut pabrikan asal Indonesia. Perubahan kendaraan hibrid berlangsung dengan begitu cepat, dibuktikan dengan makin meningkatnya keinginan pada kendaraan ini dipasaran.

Data yang penulis peroleh dari media on-line detikOto menunjukkan pada th. 2005, sekitaran 200. 000 kendaraan hibrid sukses di produksi serta diprediksikan pada sebagian dekade kedepan bakal jadi masa hibrid yang murni, yakni memakai daya hijau yang ramah lingkungan tanpa ada bahan bakar fosil.

Hingga, permasalahan kelangkaan bahan bakar fosil serta permasalahan lingkungan yang diakibatkan lantaran pemakaian BBM terlalu berlebih seperti pemanasan global, serta polusi hawa bisa terselesaikan. (oto. detik. com 2009)

Pemanasan global

Pemanasan global sendiri menurut Agen Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat adalah penambahan suhu rata-rata permukaan bumi baik waktu lalu ataupun yang tengah berlangsung sekarang ini. Peristiwa ini beberapa besar disebabkan lantaran makin banyak gas tempat tinggal kaca di atmosfir bumi (Udayanti 2008).

Disamping itu, menurut Nasional Widlife Federation, pemanasan global adalah kondisi di mana suhu makin hari makin panas, hujan serta banjir makin deras, badai makin hebat serta kekeringan makin jadi. Hal itu adalah efek yang berlangsung akibat pemanasan global (Supiandi 2006). Hingga, bisa diambil kesimpulan pada umumnya kalau pemanasan global yaitu momen meningkatnya suhu rata-rata di bumi jadi makin tinggi sebagai akibatnya karena pemakaian gas tempat tinggal kaca terlalu berlebih yang tertimbun di atmosfir bumi.

Penyebabnya pemanasan global

Pemanasan global berlangsung lantaran makin banyak bekas pembakaran kendaraan bermotor yang menumpuk di hawa seperti CO, NO, serta HC yang dibuat dari pemakaian bahan bakar fosil, bisa mencemari atmosfir terlebih pada susunan stratosfir di mana ada susunan ozon (O3).

Disamping kendaraan bermotor, banyak pabrik juga adalah satu diantara penyebabnya makin semakin menipisnya susunan ozon di atmosfir bumi. Kondisi ini makin diperparah dengan penebangan pohon yg tidak teratasi. Lantaran, makin sedikit jumlah pohon yang tersisa jadi makin menyusut juga media untuk menyerap karbon di hawa.

Semestinya, manusia lebih tingkatkan perhatian pada keadaan alam yang telah makin rusak ini lewat cara menanam pohon pada tempat terbuka serta selalu memakai bahan bakar fosil dengan cara efisien serta efektif supaya keadaan lingkungan tetaplah terbangun serta bisa meminimalisir kemungkinan kelangkaan BBM seperti saat ini. Bila permasalahan ini makin berlanjut, di kuatirkan bisa membahayakan kehidupan generasi setelah itu.

Bahan bakar fosil

Bahan bakar fosil adalah satu diantara sumberdaya alam yg tidak paling barukan. Artinya, sistem pembentukanya berlangsung dalam kurun saat yang begitu lama. Type berbahan bakar ini bermacam, seperti bensin, solar, pertamax, serta semacamnya yang umum kita sebut dengan BBM (Udayanti 2008).

Tetapi, lantaran makin meningkatnya pemakai kendaraan bermotor di jalan raya, keinginan bakal bahan bakar ini dapat makin bertambah. Efeknya yaitu, bahan bakar ini makin lama makin menyusut serta alami krisis atau kelangkaan.

Usaha represif yang bisa dikerjakan

Mengingat makin tingginya tingkat pemakaian kendaraan bermotor dijalanan, pasti dibutuhkan satu terobosan baru yang bisa menghimpit kelangkaan ini. Kendaraan hibrid yaitu satu diantara usaha yang pas dalam kurangi efek kelangkaan mnyak bumi ini.

Lantaran, mengingat keadaan rimba yang makin lama makin habis untuk kepentingan industri, rasa-rasanya mustahil apabila selalu memercayakan rimba sebagai carbon sink ruang atau tempat penyerapan karbon. Karenanya ada kendaraan hibrid ini, penulis mengharapkan ketergantungan orang-orang pada pemakaian bahan bakar fosil bisa makin menyusut. Hingga, permasalahan kelangkaan BBM serta fenomena pemanasan global sedikit untuk sedikit bisa diatasi.

Leave a Reply