Pengertian Metode Simple Additive Weighting (SAW)

metode SAW Simple Additive Weighting

http://lamandala.net

Metode SAW – Metode Simple Additive Weighting atau disingkat SAW merupakan salah satu cara atau metode perhitungan lebih tepatnya perhitungan penjumlahan terbobot. Adapun konsep dasar dari metode SAW ini pada intinya ialah mencari penjumlahan terbobot yang didapat dari rating kinerja pada setiap alternatif di semua atribut

Rumus Metode SAW (Simple Additive Weighting)

Dalam metode SAW ini, rating atau nilai tiap atribut haruslah sudah melewati proses normalisasi sebelumnya. Normalisasi metrik keputusan (X) ke suatu skala yang nantinya bisa dilakukan proses perbandingan pada semua nilai alternatif yang ada. Formula atau rumus untuk menjalankan proses normalisasi ini adalah sebagai berikut:

rumus metode saw Simple Additive Weighting

Adapun nilai preferensi terhadap tiap-tiap alternatif (Vi) dihitung sebagai berikut:

rumus metode saw

Keterangan :
Vi = ialah rangking pada tiap-tiap alternatif
wj = ialah nilai bobot dari tiap-tiap kriteria
rij = ialah rating kinerja yang ternormalisasi

Nilai Vi yang lebih besar menandakan bahwa yang kemungkinan lebih terpilih adalah alternatif Ai.

Metode ini sendiri sebenarnya masih termasuk dalam metode MADM atau Multiple Attribute Decision Making. Ini merupakan salah satu metode MADM klasik untuk menentukan penjumlahan terbobot dalam setiap atribut.

Dengan sistem perankingan seperti ini diharapkan penilaian akan lebih akurat karena berdasarkan pada nilai kriteria dan bobot yang telah ditetapkan sebelumnya sehingga nantinya akan memperoleh hasil yang lebih akurat yang misalnya untuk karyawan yang akan menerima promosi jabatan.

Masalah yang sering muncul misalnya dalam proses penilaian kinerja karyawan antara lain ialah subyektifitas si pengambilan keputusan, utamanya jika ada beberapa karyawan yang kompeten atau memiliki kemampuan yang tidak jauh berbeda.

Maka untuk mengatasi masalah dalam penilaian kinerja karyawan serta memberikan gambaran informasi yang tepat untuk si pengambil kebijakan dalam melakukan pengambilan keputusan, misalnya untuk promosi jabatan, maka perlu diadakannya suatu sistem pendukung keputusan.

Dengan adanya SPK (Sistem Pendukung Keputusan) dan Metode SAW (Simple Additive Weghting) diharapkan mampu memberi sebuah keputusan yang mempunyai hasil yang efisien. Dengan penerapan sistem pendukung keputusan ini, diharapkan akan sedikit mengurangi subyektifitas dalam pengambilan keputusan.

Sebagai gantinya maka dilakukan perhitungan dalam hal ini terhadap seluruh kriteria untuk seluruh karyawan, harapannya agar karyawan yang mempunyai kompetensi terbaiklah yang terpilih.

Originally posted 2016-09-04 12:35:56.

Leave a Reply