Kesehatan

Waspada! Inilah 7 Tanda Awal Gejala Diabetes

Gejala Diabetes – Saat ini iklan gula dari jagung dan non-gula tebu lainnya semakin gencar ditayangkan. Hal ini dikarenakan, penyakit diabetes cenderung dikaitkan dengan asupan gula yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui awal gejala penyakit diabetes, meski penyakit ini kurang ‘heboh’ daripada jantung, stroke, dan kanker ini.

Padahal penyakit ini sama berbahayanya jika disepelekan dan diabaikan gejalanya. Diabetes Mellitus terdiri dari 4 jenis, yaitu Diabetes Mellitus tipe I (DM I), tipe II (DM II), DM gestasional (menyerang wanita hamil), dan DM sekunder. Sebagian penderita DM I umumnya anak-anak karena bawaan dari orang tua dan penderitanya memiliki badan kurus.

Jika penderita DM I memiliki badan kurus, maka penderita DM tipe II justru sebaliknya. Mereka cenderung memiliki berat badan berlebih (obesitas). Dibetes tipe I biasanya bisa langsung dideteksi oleh dokter, sedangkan pada orang dewasa, kita bisa melihat dari gejala-gejala awalnya.

Pemeriksaan yang terlambat dan sampai pada stadium lanjut bisa berkibat sangat fatal bagi penderitanya. Oleh karena itu, sekarang kita akan mengulas tentang gejala penyakit diabetes tipe II yang paling banyak diderita orang tapi seringkali diabaikan karena memang sangat mirip dengan gejala penyakit lainnya yang lebih ringan.

Rentan Terserang Infeksi dan Penyakit Lain

Anda mengalami flu atau memar di daerah lipatan kulit yang tidak tahu penyebabnya? Gejala penyakit diabetes yang pertama inilah yang sering dianggap sebagai penyakit biasa karena memang flu bisa menyerang siapa saja dan kapan saja.

Selain itu, kuman (jamur, bakteri jahat, dan virus) yang termasuk dalam kelompok mikroorganisme memang membutuhkan glukosa untuk dijadikan sumber energinya. Oleh karena itu, daerah lembap seperti lipatan paha, ketiak, dan bawah payudara sangat rentan terkena infeksi dan luka akibat meningkatnya jumlah mikroorganisme merugiakn ini.

Terganggunya Organ Penglihatan dan Pendengaran

Penderita diabetes bisa mengalami penglihatan yang menjadi lebih baik atau sebaliknya, semakin rusak. Pada gejala penglihatan yang menjadi lebih baik, jika diabetes sudah diobati, maka penglihatan kembali pada kondisi semula. Sedangkan jika kondisinya semakin buruk, maka bisa berakibat pada katarak sampai pecahnya pembuluh darah arteri (terkecil) di mata.

Selain katarak (gangguan lensa mata), retinopati diabektikum (gangguan saraf mata retina) juga bisa menyerang penderita diabetes. Hal ini diakibatkan oleh gula darah yang tidak terkontrol sehingga terjadi penumpukkan protein di mata. Penyebab yang sama juga membuat pendengaran terganggu sehingga sulit untuk mendengar pembicaraan dengan intonasi normal.

Perubahan Warna Kulit

Gejala penyakit diabetes berikutnya yaitu munculnya bercak hitam pada kulit. Jika Anda terlahir dengan kulit putih atau kuning langsat, maka tanda ini akan sangat mudah ditemukan. Kulit menjadi gelap, berisisik, keriput, dan sangat mirip dengan kondisi sungai kering yang terdapat bekas aliran air di bagian dasarnya.

Ambillah kaca, lalu arahkan ke belakang leher. Umumnya, perubahan warna kulit ini bisa Anda temukan di bagian leher (tengkuk), bagian paha dalam, dan bagian kulit tubuh lainnya. Jika di perut, maka penampakannya mirip stretch mark yang kerap ditemui pada ibu hamil.

Merasa Gatal Berkepanjangan

Apa Anda sering melihat orang tua Anda menggaruk-garuk badannya meski sudah mandi? Jika keadaan sekitar jauh dari tempat kotor, lembap, dan kondisi yang bisa mengundang banyak nyamuk bersileweran, sebaiknya Anda waspada. Hal ini dikarenakan, gatal yang berkepanjangan merupakan salah satu gejala awal penyakit diabetes.

Perasaan gatal ini muncul akibat meningkatnya kadar glukosa dalam darah pada penderita diabetes tipe II. Hal inilah yang mempengaruhi sirkulasi darah dan meningkatkan perasaan gatal di seluruh tubuh. Anda harus segera membawa orang tua Anda ke dokter untuk melakukan pemerikasaan lebih lanjut.

Cenderung Sensitif dan Emosional

Kondisi seperti resah dan mudah marah ini dipengaruhi oleh gejala yang lebih spesifik, yaitu seringnya buang air kecil, susah tidur, dan sleep apnea. Sistem metabolisme yang terganggu akibat pankreas tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya mempengaruhi kinerja ginjal juga. Oleh karena itu, intensitas untuk buang air kecil menjadi tinggi bagi penderitanya.

Mengenai susah tidur dan sleep apnea, hal ini terjadi akibat kerusakan yang terjadi pda sistem koordinasi di otak. Gejala diabetes ini ditandai gangguan pernapasan yang memang menyerang saat tidur. Penyebabnya adalah saluran udara yang terhambat karena mengendur atau menyempitnya dinding tenggorokan.

Sebenarnya hal ini tidak menjadi masalah pada orang normal, tapi penderita diabetes yang mengalami sleep apnea (apnea tidur), otot di dalamnya menjadi sangat lemas. Kondisi ini mengakibatkan napas menjadi pendek, bahkan cenderung mendengkur.

Luka Sulit Sembuh

Pada dasarnya, sistem tubuh kita memiliki banyak keajaiban, termasuk kemampuan untuk menyembuhkan luka tanpa obat. Akan tetapi, jika lukanya parah dan prosesnya lama agar bisa sembuh total, maka dilakukanlah pengobatan. Nah, pada penderita diabetes, Anda akan menemukan proses penyembuhan yang lebih lama dari biasanya.

Anda pernah melihat luka tusuk atau gores saat menggunakan pisau untuk memasak, memar akibat jatuh dari sepeda atau motor, sampai luka bakar? Jika lukanya tidak dalam dan diobati dengan benar, maka luka-luka tersebut akan sembuh dalam waktu kurang dari sebulan.

Tetapi jika luka tersebut tidak juga sembuh, segera periksakan diri Anda. Jika terlambat sedikit saja akibat menyepelekan gejala penyakit diabetes ini, maka bisa berujung pada akibat yang lebih fatal, yaitu luka ‘borok’ sampai harus dilakukan amputasi.

Bengkak dan Merah pada Gusi

Sama halnya dengan gejala penyakit lain yang menyerang sistem imun, maka keadaan gusi bengkak dan merah yang bukan disebabkan oleh kesalahan dalam menyikat gigi, bisa menjadi pertanda penyakit diabetes. Sistem imun yang melemah membuat gusi dan rahang Anda lebih mudah terinfeksi kuman.

Hal ini jugalah yang menjadi penyebab gusi melembut sehingga mudah mengalami luka meski saat sikat gigi tidak dilakukan penekanan kuat. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya Anda mencoba menggunakan pasta gigi herbal dan sikat gigi dengan sikat lembut. Usahakan pula untuk menghindari makanan dan minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin.

Nah, dengan mengetahui gejala-gejala tersebut, semoga meningkatkan kewaspadaan Anda terhadap penyakit diabetes. Terutama apabila mendapati salah satu atau beberapa dari gejala di atas terjadi pada diri Anda sendiri, orang tua, atau kerabat lainnya. Jadi, Anda bisa langsung memeriksakannya ke dokter dan mendapat penanganan sejak dini.

Article written by Mandala

Where There is a Will, There is a Way

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *