Ulasan Seputar Penyebab dan Gejala Penebalan Dinding Rahim

pulausumbawanews.net

Penebalan dinding rahim atau hyperplasia endometrium merupakan penebalan lapisan permukaan rahim yang terjadi karena bertambahnya jumlah sel-sel penyusunnya yang abnormal. Sehingga pertumbuhan yang terjadi bersifat sangat berlebihan.

Penebalan dinding rahim tidak bisa dianggap sepele. Karena hal ini bisa menjadi indikasi seorang wanita sulit hamil, hingga indikasi terancam mengalami kanker rahim. Sehingga penting bagi wanita, untuk segera tanggap saat mengalami penebalan dinding rahim dengan melihat gejala-gejala yang mungkin dialami.

Dari pengalaman penderita penebalan dinding rahim, salah satu gejala yang cukup menonjol adalah mengalami pendarahan uterus yang tidak normal. Lebih lengkapnya, gejala yang akan dialami saat mengalami penebalan dinding rahim adalah sebagai berikut.

  • Pendarahan selama masa menstruasi yang lebih banyak dan berlangsung lebih lama dari biasanya.
  • Siklus menstruasi lebih pendek dari 21 hari, dimana normalnya pada wanita siklus menstruasi berkisar antara 28-30 hari sekali, namun untuk siklus menstruasi di kisaran 21-35 hari pun juga masih terbilang wajar.
  • Mengalami pendarahan setelah menopause.
  • Pendarahan yang dialami terjadi di luar jadwal menstruasi.
www.riabuchari.com

Akibat pendarahan yang hebat ini, kondisi tubuh pun menjadi kehilangan banyak darah dan beresiko mengalami anemia, sakit kepala, letih, lesu, berkunang-kunang, dan tampak pucat. Selain itu juga pada beberapa kasus akan mengalami rasa sakit pada area rahim dan rasa sakit saat berhubungan intim.

Untuk mengatasi pendarahan hebat karena gejala penebalan dinding rahim, Anda bisa menggunakan merk pembalut terbaik untuk mengatasi pendarahan yang tidak normal dari vagina tersebut, seperti contohnya dengan menggunakan Laurier yang memiliki daya serap yang baik dan cepat kering.

Penebalan dinding rahim tidak terjadi begitu saja, namun ada suatu hal yang ternyata juga bisa menjadi pemicu kondisi kesehatan ini. Beberapa diantaranya, seperti penggunaan obat-obat yang berperan sebagai estrogen (obat kontrasepsi, dll), penggunaan estrogen dengan dosis tinggi setelah mengalami menopause, menstruasi tidak teratur, hingga karena mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Resiko penebalan dinding rahim ini biasanya akan terjadi pada wanita dengan usia lebih dari 35 tahun, belum pernah hamil, usia sudah sangat tua ketika menopause, mengalami menstruasi di usia dini, memiliki kondisi medis tertentu (diabetes, PCOS, penyakit tiroid, penyakit kantung empedu, dll), kebiasaan merokok, obesitas, hingga faktor riwayat keluarga.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*