Wanita Dalam Industri Kehutanan di Perusahaan Sukanto Tanoto

Sumber foto: Aprilasia

Industri kehutanan merupakan salah satu sektor yang ditekuni oleh pengusaha Sukanto Tanoto. Di bawah grup Royal Golden Eagle (RGE) yang didirikannya bernaung APRIL Group yang berkecimpung industri pulp dan kertas. Perusahaan itu bisa menjadi contoh bagi banyak pihak karena memberi tempat yang setara bagi kaum wanita untuk berkarya.

APRIL didirikan oleh Sukanto Tanoto pada 1973. Sekarang mereka dikenal sebagai salah satu perusahaan terbesar dunia di bidangnya. Pandangan tersebut tidak berlebihan karena kapasitas produksi APRIL terbilang tinggi. Setiap tahun, mereka mampu menghasilkan 2,8 juta pulp dan 1,15 juta ton kertas.

Industri kehutanan seperti yang ditekuni oleh APRIL biasanya merupakan bidang yang didominasi oleh kaum pria. Para wanita tidak mendapat tempat di sana. Kalaupun ada paling hanya di sektor yang kurang vital.

Temuan Food and Agriculture Organization (FAO) memperlihatkan fenomena tersebut. Mereka melakukan analisis tentang peran para wanita di industri kehutanan. Saat itu, FAO menemukan bahwa wanita di bidang tersebut di negara berkembang sering mendapatkan perlakukan diskriminatif. Alhasil, Kaum Hawa kesulitan mengakses sumber daya dan manfaat ekonomi secara penuh dari sektor kehutanan.

Kondisi ini jelas tidak ideal. Seharusnya baik pria maupun wanita mendapat kesempatan yang sama dalam bidang apa pun, tidak terkecuali sektor kehutanan. Inilah rupanya yang hendak dijalankan oleh APRIL selama ini.

Perusahaan Sukanto Tanoto ini memilih untuk memberi kesempatan kerja dan perlakuan yang setara antara karyawan wanita dan pria. Mereka tidak dibeda-bedakan. Asalkan punya keahlian yang baik, kepercayaan bakal diberikan, tidak peduli gendernya.

Hal ini terbukti nyata keberadaan sejumlah wanita di berbagai posisi kerja di tubuh APRIL. Di sana mereka menjalankan peran vital sesuai bidangnya masing-masing. Tugasnya bahkan tidak kalah penting dibanding para karyawan pria.

Para karyawan wanita tersebut juga banyak yang bekerja di sektor yang sangat identik dengan pria. Ambil contoh Regina Putri yang bekerja sebagai Process Engineer di Departemen Fiberline APRIL. Ia merupakan satu-satunya wanita yang menempati posisi tersebut di sana. Rekan-rekan kerja lainnya adalah kaum pria.

Akan tetapi, Regina tidak pernah merasa mendapat perlakukan diskriminatif. Ia menyatakan perusahaan memonitor karyawan secara objektif sesuai kemampuan dan kinerja yang dilakukan. “Atasan saya pun menilai tim berdasarkan kemampuan dan bukan aspek lain yang tidak relevan,” paparnya.

Tidak mengherankan Regina merasa bangga menempati posisi kerjanya sekarang. Sebab, ia mampu memperlihatkan bahwa wanita tidak kalah dengan pria jika diberi kepercayaan.

“Profesi saya sekarang adalah buah dari proses belajar bertahun-tahun. Tidak mudah untuk dapat sampai ke titik ini dan saya sangat bangga bisa menjalani hal yang selalu saya impikan!” katanya.

Lain halnya dengan Artha Uli yang bekerja sebagai Conservationist di APRIL. Mirip seperti Regina, ia merupakan satu-satunya wanita yang menjalankan peran tersebut di perusahaan. Dua belas koleganya merupakan kaum pria.

Namun, Artha tidak merasa terganggu. Ia merasa senang menjalankan tugasnya yang mulia, yakni menjaga kelestarian hutan demi keseimbangan alam.

“Saya adalah satu-satunya perempuan diantara 13 Environment Officers. Tidak masalah, saya malah merasa beruntung dapat bekerja dengan orang-orang profesional yang sama-sama memiliki visi positif bagi lingkungan,” ujarnya.

Masih banyak sosok-sosok wanita lain seperti Regina dan Artha di APRIL. Mereka menjalankan jenis pekerjaan yang beragam. Sebuah hal yang tidak biasa di industri kehutanan yang sangat identik dengan laki-laki.

Akan tetapi, APRIL memang tidak pernah memandang gender dalam operasional perusahaan. Seperti yang diarahkan oleh Sukanto Tanoto, mereka harus memberi kesempatan yang sama bagi setiap karyawan. Nanti kinerja secara profesional yang menjadi landasan penilaian.

KELEBIHAN KAUM WANITA

Sumber foto: Aprilasia

Keberadaan kaum wanita di industri kehutanan justru memberi warna tersendiri. FAO menyebutkan banyak di antara mereka yang punya kelebihan khusus. Tidak sedikit yang memiliki kemampuan apik di sektor keragaman hayati, manajemen keberlanjutan, penggunaan produk, hingga konservasi.

Hal ini rupanya disadari oleh APRIL. Alhasil, banyak wanita yang bekerja di perusahaannya untuk menjalankan berbagai sektor tersebut.

Sebagai contoh Maggie Vency Mareta yang bekerja sebagai peneliti di PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP). Di unit bisnis APRIL tersebut, Maggie bekerja, menganalisis level DNA tanaman eukaliptus. Hasil pekerjaanya berguna untuk terus meningkatkan dan mendukung strategi pembiakan tanaman yang diterapkan oleh perusahaan.

Keberadaan Maggie di sana begitu spesial. Selain menjadi satu-satunya wanita, ia juga salah satu yang termuda di departemen R&D. Hasil kerjanya sangat penting untuk menjaga produktivitas perusahaan. Tidak aneh, Maggie merasa senang bisa menjadi bagian dari perusahaan Sukanto Tanoto tersebut.

“Saya berkesempatan memulai dan mengembangkan karier saya di sebuah perusahaan dengan fasilitas teknologi termutakhir. Saya kira masih jarang perempuan yang berkarier di bidang biotek di Indonesia. Saya harap kondisi ini akan berubah menjadi semakin lebih baik di masa depan,” katanya.

Selain kemampuan di bidang-bidang khusus, para wanita juga punya kelebihan alami yang bisa menjadi pelengkap operasional perusahaan. Sebagai contoh terkait ketelitian. Biasanya wanita cenderung lebih teliti dibanding pria. Hal ini yang dirasa berguna.

Tidak aneh APRIL tidak pernah ragu memercayakan satu pekerjaan ke karyawan wanita. Asalkan mampu, mereka akan diberi mandat menjalankannya. Contohnya Doris Debora yang bekerja sebagai Occupational Health and Safety Officer.

Pekerjaannya ini menuntut ketelitian tinggi karena berkaitan dengan aspek keselamatan kerja. Doris harus memastikan tidak ada risiko yang terlalu besar dalam sebuah pekerjaan di perusahaan. Untuk itu, ia mempersiapkan segala hal demi mencegah kecelakaan kerja. Pengamatan terhadap hal-hal detail sangat membantunya menjalankan pekerjaannya.

“Aspek terpenting dari pekerjaan saya adalah pencegahan. Itulah mengapa, penting bagi saya untuk bekerja sama dengan planners dan engineers untuk memastikan bahwa kebijakan yang mendukung keselamatan kerja selalu diimplementasikan,” ucap Doris.

Selain mendapat kesempatan sama, para karyawan wanita di tubuh APRIL juga memperoleh apresiasi yang sama. Penghargaan atas kinerja apik pasti akan diperoleh. Ini bisa dirasakan secara nyata. Salah satu yang merasakannya ialah Mariani Damanik yang menempati posisi sebagai Construction Manager di APRIL.

Pada 2005, Mariani dipercaya  memimpin pembangunan jembatan yang sangat penting bagi aktivitas tim operasional perusahaan yang berada di estate yang cukup terpencil. Kepercayaan itu pun dijawabnya dengan baik. Proyek mampu selesai sesuai jadwal dan standar yang ditetapkan.

Sesudahnya, Mariani merasa kinerjanya dihargai oleh perusahaan. “Ketika selesai, bos saya bercanda dan bilang itu adalah ‘Jembatan Mariani’. Walau dalam bentuk candaan, saya merasa sangat diapresiasi,” katanya.

Situasi kondusif seperti itu memang dikembangkan oleh APRIL. Di dalam perusahaan Sukanto Tanoto tersebut, semua pihak diajari untuk saling memberi respek dan perhatian. Akibatnya kondisi lingkungan kerja sangat baik baik untuk karyawan pria maupun wanita.

Originally posted 2019-10-18 14:09:55.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*